iseng-iseng..

Posted: Agustus 11, 2010 in Uncategorized

Bersama kita pernah membelah malam menatap bintang jatuh berharap yang terbaik untuk mu namun sekarang disini kuterjaga dalam tidur ku menatap kelangit dan berkata “akan kah semua ini akan berakhir.. larut semakin dalam dan semakin dalam ditepian malam kemudian terhempas dalam kenangan batinku yang menghitam, angan ku terbang melintasi sang malam meruak masuk terus kedalamnya dimana harus ku cari serpihan-serpihan yang dulu pernah ku genggam diantara gelapnya semua duniaku aku hanya seorang pemimpi yang takan mungkin bisa meraihmu kembali, namun aku lemah dan tak berdaya tanpa mu walau aku tahu aku harus melewati semua ini tanpamu, namun semua itu hanya semakin menyiksaku dan akan terus menyiksaku, kau semakin jauh dari pandanganku namun aku hanya tersentak dan diam tertambat, berlari ku tak mampu teriakku tak terdengar yang tersisa hanya sinar yang menyilaukan mataku dan kemudian menghilang, sendiri mencari sisa-sisa jejak mu ku tutup kedua mataku untuk menghilangkan semua namun aku malah terperosok semakin dalam, dahulu Saat kita bersama menikmati waktu, ditepian hari membelah malam berteman dengan khayalan tentang hari esok yang lebih baik coba-coba lari dari kenyataan pernah kita bersama melewatinya, Dinginnya malam hanya sebagai hiasan yang menempel di tiap-tiap sudut dinding kota yang penuh dengan kemunafikan, larut didalamnya kita bersama terbang dan kau bercerita tentang tajamnya kisah hidupmu yang selalu menyiksamu, kuterjebak dan terlarut didalamnya kupandangi tiap tiap sudut kota yang terlewati bersama dinginnya malam dan sukmaku, saat kau terbaring dan terlelap dalam cerita kuterjaga dari malam kita bersama melewatinya, tak ada deburan ombak yang ada hanya karang yang bisu dan sekumpulan binatang-binatang malam yang mencari cinta, indahnya saat itu kau tubuh rapuhmu bersandar, dan terus bercerita kemudian kau terlelap didalamnya kukecup kedua bola matamu dan ku bisikan cinta walau aku tahu takan mungkin kau mendengarnya disaat itu ku terjaga, didingin dan gelapnya malam berharap pagi kan datang dan kembali kulihat senyum diwajahmu yang hilang, ingin ku memelukmu tapi aku terlalu rapuh kalah dengan rasa cintaku kepadamu dunia terus berputar waktu terus berlari hingga saat kita harus berpisah karena kutahu tak pernah ada rasa dihatimu. namun itu tak membuatku berhenti untuk menyayangimu, ku tahu hanya sedikit namaku dihati mu kalah dengan penggalan kisah masalalumu, detik kedetik jam kejam yang tersisa hanya penggalan penggalan sisa-sisa bayanganmu yang terus ada didalam tiap-tiap langkahku, kau semakin jauh terbang dan hilang bersama dengan waktu, bayangan bayangan mu yang terus menyelimuti malam-malamku aku tahu aku harus bisa melupakanmu karena semua takan mungkin untuku, tapi semua ini semakin membunuhku menghujam tubuhku dan menghentikan tiap-tiap denyut jantungku apa yang harus kulakukan takan mungkin terjadi apa yang kuinginkan takan mungkin ku menggapaimu, karena aku hanya sisa-sisa dari hatimu dan takan pernah ada rasa dihatimu namun biarlah rasa ini kan ku bawa terus sampai kedalam tanah hingga ku menutup mata untuk selama-lamanya karena kau adalah cinta penyesalaanku dan maafkan kukan tetap mencintaimu walau takan mungkin kau akan mencintaiku, karna kau sudah menjadi nafas dari aliran darahku.. sampai wajahku tertutup tanah dan terbaring untuk selamanya penggalan cerita usang yang selalu menggelangi kedua kakiku untuk melangkah beribu doa untukmu agar kau bahagia berjuta harapan agar kau mengerti betapa indahnya mencintai diatas menyanyangi semoga kau selalu menggingatku seseorang yang selalu menyanyangimu tanpa harus mencintaimu…

Menantang matahari diantara bisunya gedung-gedung yang sombong menjulang kelangit dan jutaan mimpi mimpi yang tersebar dialam semesta, beranjak dengan segumpal harapan dan berjuta mimipi yang ingin ku wujudkan diantara wajah kota yang berisi dengan paradigma akan kerasnya kehidupan dan berjuta wajah-wajah semu orang yang melintas mengejar mimpinya, berlalu bersama dengan laju sang waktu yang menggilas jalanan yang terbakar matahari, disini ku terjaga dalam kekosongan hati dan berjuta peluh akan arti kehidupan yang memang takan pernah terang, menapaki titian-titan jalanan mencari mimpi-mimpi yang digambarkan indah pada secarik kertas usang, berselimut debu jalanan, dan sendiri menapaki semua ini.. diantara orang-orang yang sibuk dengan hidup dan mimpi mimpinya, disiniku mencoba mencari semua yang mereka cari, ku coba sandarkan semua pada sang waktu, dimana kudapatkan sebuah peta untuku.. melangkah melewati seribu rintangan yang ada, Aku hanya sebutir pasir yang terhempas diterpa sang angin, dimana akan ku sampaikan mimipiku??.. bila yang hanya ada wajah yang semu ruatan wajah asing, mungkin aku hanya satu dari berjuta-juta orang yang terhempas akan kejamnya hidup yang menggilas batin tanpa mengenal ampun aku hanya mencari jalan dari jati diriku diantara hingar bingar dan hiruk pikuknya ibukota, aku hanya tulang belulang yang terbalut daging dengan jiwa yang mati akan kerasnya kehidupan yang memalu kepalaku untuk berfikir, kadang terpikir untuku beranjak pergi dari semua ini namun apa dayaku aku hanya seorang pengecut yang bersembunyi dibalik perih akan kesakitan.
Halusinasi terlintas dalam pikiran kembali terjebak dan terperangkap dalam kekosongan jiwa,. getir terasa dalam sukmaku terperosok semakin dalam, iblis bergelut dengan malaikat dalam mimpi buruku dan senyum dari sang daajal melambungkan hitam jiwa dalam tangis akan luka, iblis yang tertawa diatas sang malaikat kemudian menari dengan gembiranya merayakan kemenanganya dan berkata “kau kalahh.., gema adzhan sentuh telinga bangkitkan kenangan hitam masalaluku teringat akan dosa menggelangi.. dikota yang berisi dengan kemunafikan dan sandiwara, kemudian berlalu terbang bersama angin yang berhembus dan tenggelamnya sang matahari mengisyaratkan kehampaan sukma yang akan hadir kembali.. dan kembali terjaga didalam gelap dan terperangah dalam kosong,.. Aku hanya seekor semut dihutan belantara terseret tiada arah ,.aku hanya sebutir pasir dipadang pasir tertiup angin mencari arah, aku hanya setetes air dilautan diantara birunya mega, dan aku hanya sebuah batu di jagadraya yang kadang gelap gulita aku mencari jejaku sendiri diantara cahaya kehidupan kota dan mencoba tuk melambungakannya, namun ku merasa seperti berdiri dipinggir jurang bagai malaikat yang kehilangan sayapnya dan terjatuh diair yang keruh karena kesendirianku kadang kuteriak diheningnya malam mencoba membelah kesunyian mengusir segala kesendirian dimana kutemukan jawaban arti dari sebuah pertanyaan akan kehidupan Dan jawaban dari sebuah kematian, mimpi memang indah namun hanya untuk yang berada.. sedangkan aku hanya sampah dari semuanya… tak ada yang namanya “teman” dan tak punya kesempatan yang ada hanya kesendirian dan kekosongan diantara terangnya lampu kota dan aku mulai lelah akan semua aku hanya bisa berputus asa karena semua hanya mengejek dan menghina, tak ada yang mau merangkulku memeluku dan mengatakan… “bersama, kuyakin kau bisa melewatinya…
Emphaty and respect
..alonetogether
All this shit letters its created by…
and dedicated to 0406